Posts Tagged ‘Puisi’

Pagi dan Perempuan Berdada Besar

Posted: Februari 12, 2013 in Uncategorized
Tag:,

pagi
kamu datang lagi
dan kutinggalkan kidung malam secara perlahan
walau hening belum kureguk

mungkin matahari akan bercerita tentang hari ini
ketika topeng-topeng masih enggan kita lepas
walau reranting kering mulai patah satu persatu
dan aku malu pada kupu kupu yang lucu

apa yang akan kuceritakan kelak pada kekasihku yang tak tampak
walau hayat adalah wujudnya
sedangkan ruang rindu masih teramat kusam
tentang mimpi mimpi yang menghimpit rasa

pagi
kamu datang lagi
tawarkan berjuta asa yang siap kuarungi
bersama berjuta wajah di luar jendela
akupun iri pada perempuan berdada besar di persimpangan

.
..

Banjarbaru 10022013
boil

by my blog in kompasiana

Iklan

Apakabar

Posted: Februari 21, 2012 in Uncategorized
Tag:, ,

apakabar gelap, adakah secercah rindu yang dititipkan bulan padaku, atau sekedar kerlip genit gemintang yang telah lama ditutup mendung.

Masih ku menatap detik yang berlarian, dengan segelas teh tanpa kemunafikan. Inilah aku, dan akulah serangkaian kata yang bernama puisi.

Dan aku…hanya rindu ingin menatap cerah di negeriku.

Perempuan Malam

Posted: Desember 22, 2011 in Uncategorized
Tag:, ,

Malam yang kian meninggi membuat hawa dingin semakin riang bernyanyi di sekitar pori-pori. Seorang perempuan cantik berkulit kuning langsat sedang asik menikmati sebatang rokok di tanganya.

Nampak indah betisnya yang terbalut rok mini dan sepatu bertumit tinggi berwarna putih. Rambutnya yang hitam sebahu dibiarkanya tergerai. Tshertnya yang ketat nampak serasi dengan bentuk tubuhnya yang padat berisi.

Sudah lebih satu jam perempuan itu hanya duduk disitu sambil menikmati kepulan asap rokoknya. Hanya sesekali ia lemparkan senyuman khasnya yang menggoda kepada tatap mata yang mengarah padanya.

” Ehem…malam neng, sendirian aja nih, ikut duduk di sampingmu ya.

Sapa lelaki tambun yang tiba-tiba saja datang menghampirinya. Dengan penampilan yang parlente sembari memutar-mutarkan kunci mobil pada ujung jari telunjuknya matanyapun tak lepas melahap tubuh molek perempuan di hadapanya itu. Namun perempuan itu hanya melempar senyum manisnya. Bibirnya yang tipis masih asik memainkan asap rokok.

” Kok diem aja, ikut om yuk jalan-jalan. Udah larut loh, makin dingin lagi.
” Hmmm, ya deh.

Pucuk dicinta ulampun tiba. Senyum sumringah lelaki tambun paruh baya itupun segera menghias diwajahnya. Dibukakanya pintu mobilnya, namun kedua matanya seakan sayang tuk menyia-nyiakan kemolekan perempuan itu.

Sepuluh menit kemudian mereka berangkat. Namun perempuan itu hanya membisu. Baru beberapa ratus meter berjalan, tiba-tiba saja tercium aroma tak sedap memenuhi ruangan mobil. Lelaki tambun itupun merasa ada yang ganjil, dihentikanya mobilnya seketika tepat di bibir jembatan. Diliriknya perempuan yang duduk di sampingnya.

” Kamu kentut ya?
” He he he, gak om, aku udah gak nahan lagi, jadinya e’e dicelana deh, habisnya tadikan mau ke toilet om, tapi om malah nyuruh masuk ke dalam mobil, ya terpaksa deh.
” Asem, cantik-cantik kok gemblung, hrrrrgggg…kuning dah jok gua…
¤¤ tamat aja deh xixixi¤¤
boil

cerpen copas di kompasiana

Beibs

Posted: Desember 15, 2011 in Uncategorized
Tag:,

beib
aku masih ingat rinai desember tahun lalu
saat kau sandarkan tubuhmu di bahu kiriku
kala itu kau bisikan padaku tentang sesuatu

yeah
sesuatu yang membuat angan kita menerawang penuh harapan

beibs
kini jarak telah memisahkan
dan desember telah datang lagi
hanya fotomu dan secarik puisi tentangmu di kamar ini

Bapak

Posted: Desember 12, 2011 in Uncategorized
Tag:,

bapak,

” aku takut bernyanyi”
sebab suaraku teramat sumbang.

kemarin saudaraku telah bernyanyi bapak,
tapi suaranya teramat merdu dan mendayu,
dan diapun juga mati oleh si tuli…

bapak,

aku teramat takut,
takut karena kebuta dan tulian mereka,
bahkan takut karena kutuli dan butaanku tentang suaraku sendiri.

bapak,

indonesia ini pak,
agh, aku tak tau lagi…?!

hutan pinus bjb 12 – 12 -2011
boil

Gerhana Berair

Posted: Desember 11, 2011 in Uncategorized
Tag:,

Adinda, aroma itu semakin kuat menusuk hidungku.

Saat mendung akhirnya menjatuhkan butiran-butiran air yang menggerimis.

Aku hanya diam dipeluk sunyi malam ini.
Menyaksikan gerhana bercampur air.

Lagi-lagi aroma itu mengusiku, kini dia telah menghujam jantungku.
Memaksa rasaku tuk segera bertemu.

Dalam untaian kata cinta yang lirih, dan sesekali kutengok masa kelam dalam kubangan lumpur.

Sungguh gerhana ini memang berair adinda.
Dan munajadku, tak henti-hentinya bersenandung untukmu.

————–
banjarbaru 10-12-11
copas dari fb gue http://www.facebook.com/wibowo.budi1

Paduka Negeri Gerhana

Posted: Desember 10, 2011 in Uncategorized
Tag:,

Duhay paduka raja.

Aku tuliskan beberapa patah kata untukmu.
Di bawah purnama usai gerhana yang berair.

Tentang jangkrik yang mati kelaparan di padang rumput nan hijau.
Tentang para punggawa yang mengkambing hitamkanmu setelah onani bersama saudagar berdagu lonjong.

Sungguh malang nasibmu paduka.
Istanamu adalah neraka.
Kenapa kau masih senang murung disana?
Sedangkan kedekilan kami semakin tak terkendali, bahkan baru saja salah satu generasi bakar diri.

Kami semakin frustasi paduka.
Apakah negeri kita akan selalu gerhana?!

Pinggir trotoar 111211
boil