Gerhana Berair

Posted: Desember 11, 2011 in Uncategorized
Tag:,

Adinda, aroma itu semakin kuat menusuk hidungku.

Saat mendung akhirnya menjatuhkan butiran-butiran air yang menggerimis.

Aku hanya diam dipeluk sunyi malam ini.
Menyaksikan gerhana bercampur air.

Lagi-lagi aroma itu mengusiku, kini dia telah menghujam jantungku.
Memaksa rasaku tuk segera bertemu.

Dalam untaian kata cinta yang lirih, dan sesekali kutengok masa kelam dalam kubangan lumpur.

Sungguh gerhana ini memang berair adinda.
Dan munajadku, tak henti-hentinya bersenandung untukmu.

————–
banjarbaru 10-12-11
copas dari fb gue http://www.facebook.com/wibowo.budi1

Paduka Negeri Gerhana

Posted: Desember 10, 2011 in Uncategorized
Tag:,

Duhay paduka raja.

Aku tuliskan beberapa patah kata untukmu.
Di bawah purnama usai gerhana yang berair.

Tentang jangkrik yang mati kelaparan di padang rumput nan hijau.
Tentang para punggawa yang mengkambing hitamkanmu setelah onani bersama saudagar berdagu lonjong.

Sungguh malang nasibmu paduka.
Istanamu adalah neraka.
Kenapa kau masih senang murung disana?
Sedangkan kedekilan kami semakin tak terkendali, bahkan baru saja salah satu generasi bakar diri.

Kami semakin frustasi paduka.
Apakah negeri kita akan selalu gerhana?!

Pinggir trotoar 111211
boil

Selain Dia

Posted: Desember 10, 2011 in Uncategorized

menatap yang terjadi, aku tak begitu berharap pada situasi ini. karena segala yang di sekelilingku hanya sesuatu yang berbuat penuh dengan timbal balik, hanya beberapa persen jiwa yang sebening mata air.

aku tak mau menuntut kepada siapapun, aku hanya menuntut pada apa yang berada di sekitarku, bukan kepada siapa selain Dia.

siapa dan siapa?
tak ada yang lebih tepat dalam janji dan memenuhi harap,
selain Dia kekasih tercinta.

[ hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa minal nasir ]

cukup allah sebagai harapanku, tempatku memohon dan berharap sepenuh hati.

boil


Apa kabar adinda.

Aku dengar seorang saudagar sedang berpesta pora. Tertawa terbahak-bahak sembari membagikan sedikit kekayaanya pada jelata.

Jelata riang, girang dan sebagian rela terinjak-injak dalam ramai berebut sajian pesta. Sembah sujud tuk saudagar yang dulunya punggawa bermata lebar.

Saudagar terbahak-bahak menikmati menyaksikan para budak. Sebuah tahta telah memenuhi benaknya. Rekayasa telah berjalan dengan cantiknya.

Agh, merah putih semakin kusam saja menyaksikan garuda bermuram durja. Karena tembok istana semakin penuh dengan lumuran darah.

Saudagar makin mulia, paduka raja semakin tersiksa dicabik-cabik anak bangsa yang diperdaya.

Agh, semakin malang saja cerita negeri ini duhay adinda.

Boil

Yem, Say No to Sirik

Posted: Desember 9, 2011 in Uncategorized
Tag:, ,

Duh yem,
kenapa kau ingin menyetubuhiku yang tak ganteng ini?
Kau rayuku demi hasrat bejadmu yang diam-diam telah kau kemas dengan rapinya.

Sumpah Yem, sumpah!

Aku tak habis pikir dengan jalam berpikirmu itu.
Kamu pasang topeng sang dewi tuk tutupi rona sengkunimu.
Apa kamu ingin kaya raya yem?

Ha ha ha…

Aku memang pemuda bodoh bagimu, tapi bagi yang rahasia, aku tak serendah itu.
Sebab kasih-Nya tak mengijinkan sebatang duripun lukai kulitku.

Yem yem, tobat deh yem.
Blorong dan Gede permoni bukanlah Tuhanmu, tapi Allahlah tujuanmu.
Dan mereka, hanya cacing sampah yang kukencingi di pagi hariku.

Yem, say no to sirik!

Pagi dan Pak Polisi

Posted: Desember 8, 2011 in Uncategorized
Tag:,

06.30 pagi.
Ayam jantan tak lagi berkokok, telah tergantikan bising knalpot dan kelakson yang unjuk gigi satu sama lainya.
Pak polisi belum nampak batang hidungnya, sedangkan debu dari asap kenalpot telah bersekutu dengan udara diatas jalanan.

” Prittt…
Tiba-tiba saja seorang pengendara yang lupa mengenakan helmnya disuruh menepi seketika. Entah kapan datangnya bapak berseragam coklat ini.

” Sim dan Stnk?
” Ada pak, sebentar.
” Kenapa helmnya tidak dipakai, terpaksa motor anda kami amankan untuk sementara.
” Tapi pak, saya lagi ada kepentingan.
” Ehmm, gimana kalau saudara membayar denda ditempat senilai 200.000?
” Wuah pak saya cuma adanya 75.000, ini juga buat beli bensin sama ongkos makan.
” Yaudah 50.000 aja, atau motor anda kami sita?
” Ehmm…ya deh pak, yang penting saya sampe ketujuan.
” Lain kali helmnya dipake ya.
” Siap pak.

Dengan senyum yang dipaksa sumringah, pengendara itupun segera memacu motornya kembali. Sementara petugas itupun segera memasukan lembaran 50.000 tadi ke kantung celana di bawah perutnya yang sedikit membuncit.

-tamat-
boil


Kemarin dulu aku telanjang dari
selangkangan seorang
perempuan.
Aku tak berdaya, hanya
mengharap buaianya.
Akupun manja dengan sentuhan
cinta dalam pakaian kasih
selembut sutra.

Kiniku telah pandai bermimpi.
Berharap tentang ketelanjangan
ketika bercinta di malam buta.
Bertemu kekasihku dan berdesah
manja.

Agh, aku ingin segera klimaks.
Menggapai mimpi itu tanpa
balutan pakaian yang
memberatkanku.
Tentu saja setelah rintihan janda
tua dan si dekil yatim yang lapar
kuajak bercinta hingga mereka
bertenaga.

Mimpi itu bukanlah tentang
firdaus yang di penuhi bidadari
bertelanjang dada.
Atau sebuah tempat dimana
banyak arak dan pemuda
tampan.
Bukan pula di tengah-tengah
jilatan api.
Tapi tentang sebuah
persetubuhan Tercinta yang
mencapai klimak tak bersperma.

Agh,
indahnya.
Semoga…
*****
banjarbaru 6-12-11
bvb